Uncategorized

Pernah Huni Rumah ‘The Conjuring’, Orang Ini Beberkan Kisahnya Tinggal di Properti Tua Itu

Laki laki bernama Cory Heinzen yang sebelumnya telah membeli rumah Harrisville di Rhode Island, Amerika Serikat (AS) pada 2019 lalu,mengatakan bahwa ada banyak aktivitas tidak normal terjadi di sana. Beberapa diantaranya adalah langkah kaki dan suara orang berbicara. Perlu diketahui, rumah Harrisville ini merupakan rumah bergaya pedesaan yang menjadi inspirasi film horor 'The Conjuring'.

Dikutip dari laman turnto10.com, Jumat (24/9/2021), sejak kecil ia selalu tertarik pada hal yang berkaitan dengan paranormal. Cerita berawal saat ia masih bertugas di militer, ia mengikuti studi medan perang di Virginia bersama 50 prajurit lainnya, kemudian mereka mampir ke rumah itu. "Mungkin sekitar jam 2 pagi, kami dibangunkan oleh suara tembakan. Tembakan meriam, teriakan dan hal hal seperti itu, tapi tidak ada orang di sekitar," kata Heinzen.

Keesokan harinya, banyak yang mengakui pengalaman itu, namun tidak ada yang dapat menjelaskan tentang pengalaman tersebut. Mereka juga tidak ingin membicarakannya lebih lanjut. Sejak saat itu, ketika mengetahui bahwa rumah di Harrisville tersebut akan dijual, ia yang merupakan seorang penggemar cerita horor,langsungmembeli properti ini dan pindah ke sana sambil membawa peralatan perekamnya.

"Sangat berisik, pintu membuka dan menutup sendiri, ada langkah kaki, ketukan, suara tapi tanpa wujud," jelas Heinzen. Ia pun sendirian saat pindah ke rumah legendaris yang dibangun pada 1736 silam dan disebut 'berhantu' oleh pemilik sebelumnya, keluarga Perron. Karena istri dan putranya yang masih remaja belum tiba lantaran sedang mengemasi barang barang mereka di Maine.

Namun saat istri dan anaknya telah menyusul, mereka pun merasakan pengalaman mistis itu bersama. "Tadi malam, kami melihat kabut hitam di salah satu ruangan, itu seperti asap dan tampak berkumpul di satu area kemudian bergerak perlahan," papar Heinzen. Beberapa hari setelah itu, Heinzen pun mengundang temannya, seorang Penyelidik Paranormal dan Ahli Kriptozoologi Bill Brock untuk datang berkunjung serta tinggal di rumah itu selama sisa musim panas.

Brock mengaku tidak meyakini adanya roh, namun ia percaya bahwa ada dimensi yang berbeda dengan dimensi manusia. "Saya seorang skeptis. Pertama, saya tidak percaya pada roh, namun apa yang saya yakini adalah adanya kemungkinan dimensi lain, sesuatu yang pada dasarnya bisa dilihat pada panjang gelombang yang berbeda," kata Brock. Saat keduanya menyelesaikan penyelidikan pada Selasa malam sekitar pukul 22.30, mereka mengatakan bahwa mereka melihat cahaya terang dari sensor pendeteksi gerakan di teras belakang padam.

"Kami membawa REM pod itu ke sini," tutur Brock. REM pod biasa digunakan paranormal dalam kegiatan memburu hantu. Alat ini merupakan sebuah perangkat yang memancarkan sirene bernada yang akan semakin meningkat saat kehadiran hantu semakin dekat.

Selain itu, REM pod juga mengeluarkan suara saat terdeteksinya perbedaan suhu yang tajam. Baik Heinzen dan Brock, keduanya mengatakan bahwa mereka mulai berbicara dengan apapun yang mungkin ada di sana, dengan lampu masih menyala, namun tidak dapat melihat apapun. "Saat kami memintanya untuk menyentuh REM pod atau mengubah suhu, itu akan menunjukkan bahwa interaksi sedang terjadi," papar Brock.

REM pod ini akan merespons dengan suara bernada gaggle. Saat ini, rumah yang 'konon berhantu' dan menjadi lokasi kejadian seram yang menginspirasi film horor tahun 2013 'The Conjuring' ditawarkan di pasaran pada Kamis kemarin dengan harga yang cukup fantastis yakni sebesar 1,2 juta dolar AS atau setara lebih dari 17 miliar rupiah. Agen properti Realtor Mott & Chace Sotheby's International Realty dalam daftarnya menyebut bahwa rumah yang memiliki 14 kamar, dengan luas sekitar 290 meter persegi dan berdiri di atas 8,5 hektar lahan di Burrillville ini adalah 'salah satu rumah berhantu paling terkenal di AS'.

"Menurut legenda, rumah itu dihantui oleh kehadiran Bathsheba Sherman, yang tinggal di sana pada tahun 1800 an. Hingga hari ini, kejadian yang tak terhitung jumlahnya pun telah dilaporkan,"kata agensi tersebut. Film The Conjuring memang tidak difilmkan di rumah itu, namun didasarkan pada pengalaman keluarga Perron yang tinggal di sana pada 1970 an. Perlu diketahui, rumah angker tersebut terakhir dijual pada 2019 lalu seharga 439.000 dolar AS atau setara lebih dari 6 miliar Rupiah kepada sebuah keluarga yang menggambarkan diri mereka sebagai paranormal.

Keluarga ini menggunakan rumah itu untuk mengadakan acara dan menyewakan kamar semalam bagi orang orang yang ingin menakut nakuti. Sebelum dibeli keluarga 'paranormal' itu, pemilik sebelumnya tidak pernah mengeluhkan tentang adanya hantu. Yang dikeluhkan adalah tentang penggemar film yang muncul setiap saat dan masuk tanpa izin ke properti itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.