Uncategorized

Cara Edin Dzeko Jawab Tantangan di Inter Milan, Perhitungan Marotta, Bukan Pengganti Lukaku

Beppe Marotta langsung bergerak cepat setelah Inter Milan dipastikan melepas Romelu Lukaku ke Chelsea. Seperti biasa, Marotta akan memasukkan pemain yang dianggap habis, atau sudah cukup berumur untuk kemudian cemerlang di tim yang ia kelola. Dan jangan heran, nama Edin Dzeko masuk sebagai target utama dan bergabung bersama Nerazzurri di awal musim ini.

Usianya memang tidak muda, 35 tahun, namun performa konsistennya bersama AS Roma membuat Inter Milan (terutama Marotta) tertarik merekrutnya. Tentu tidak semua supporter Inter Milan senang dengan transfer Edin Dzeko, apalagi ia menggantikan Romelu Lukaku yang sangat vital bagi Inter Milan musim lalu. Belum lagi dengan usianya yang jauh lebih tua dibanding Lukaku, keraguan muncul dari berbagai aspek kehadiran Edin Dzeko.

Dan Edin Dzeko langsung membungkam keraguan. Dalam uji coba menghadapi Dynamo Kiev,Dzeko nampak sangat terbiasa dengan permainan Inter Milan. Ia bermain melebar, turut membangun serangan lewat sayap dan tidak hanya menunggu bola di depan.

Dzeko memberika key pass untuk gol Nicolo Barella pada menit ke 13, sebelum akhirnya mengemas golnya pada menit ke 34. Sedangkan di dua pertandingan pertama Inter Milan, ia sejauh ini mengemas satu gol dan satu asis bersama Nerazzurri. Di laga kedua menghadapi Hellas Verona, ia adalah kreator gol dari Lautaro Martinez yang mengubah momentum Inter Milan setelah sempat tertinggal.

Dan ini adalah cara Dzeko. Di AS Roma, kedatangan Dzeko disambut dengan penuh keraguan, ia dianggap gagal bersinar di musim pertamanya bersama Serigala Ibu Kota. Hanya butuh semusim Dzeko membungkam semua kritik.

Di musim 2016/2017, Dzeko mengemas 12 gol hanya di 15 laga perdana bersama AS Roma, menyamai rekor legenda Gabrial Batistuta. Di akhir musim Dzeko mengemas 39 gol di semua ajang untuk AS Roma, yang melampaui catatan dari Rodolfo Volk dan pangerna Roma, Francesco Totti. Di Liga Italia musim itu, ia menjadi top skor dengan 29 gol, dan menjadikannya pemain Bosnia pertama yang menjadi Capocannoiere sepanjang sejarah.

Penampilan apiknya, membuat namanya masuk dalam kandidat peraih Ballon d'Or tahun 2017. Tidak berhenti di situ, Dzeko langsung tancap gas semusim setelahnya, dengan membawa AS Roma masuk ke babak semifinal Liga Champions dengan menyingkirkan Barcelona. Dzeko mengemas satu gol di laga yang menguras emosi ketika Roma menang 3 0 dari Barcelona di Olimpico.

Ini adalah cara Dzeko menjawab keraguan, di AS Roma ia telah membuktikannya dengan baik, Dzeko adalah top skor klub ketiga sepanjang masa di klub ibu kota. Bisa dipastikan cara ini akan kembali digambarkan Dzeko dalam permainannya bersama Inter Milan musim ini. Ia tidak hanya akan menggantikan Romelu Lukaku, tapi bisa menjadi sosok yang lebih baik dari yang diberikan Lukaku untuk Inter Milan.

Namun, situasi akan sedikit sulit dengan taktik Simone Inzaghi. Seperti diketahui, Inter Milan masih memiliki Lautaro Martinez dan selangkah lagi akan mendatangkan Duvan Zapata dari Atalanta. Skema Simone Inzaghi di Lazio adalah 4 2 3 1 dengan satu mezzala yang kuat dalam duel udara.

Maka, kemungkinan akan ada sedikit perubahan skema dengan mengubahnya menjadi 4 2 1 1 2, dengan duet Lautaro Martinez atau Duvan Zapata akan menemani Edin Dzeko di lini depan. Namun yang bisa dipastikan, Edin Dzeko akan membuktikan tajinya sebagai penyerang tajam dan mesin gol bagi Inter Milan. Inter Milan punya ambisi mempertahankan Scudetto yang mereka raih musim lalu,mentalitas juara Dzeko mungkin dibutuhkan para pemain Inter di tengah situasi finansial klub yang bermasalah.

Jika pada akhirnya Edin Dzeko mampu mereplikasi apa yang ditunjukannya di AS Roma, maka sekali lagi, Beppe Marotta menunjukkan kecerdasannya dalam membeli pemain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.